KENAPA HARUS ANALIS?
Hai teman-teman! Ini adalah sedikit ceritaku masuk ke Analis Kesehatan,
semoga teman teman yang baca bisa termotivasi juga ya!
Namaku Alfiah, aku melanjutkan
studiku di STIKES AHMAD YANI CIMAHI dengan Program Studi Analis Kesehatan,
tanpa ada benak sedikitpun untuk masuk di Program Studi Analis. Sebelumnya aku
mendaftar di STIKES ini dengan prodi Kebidanan,bidan merupakan salah satu
cita-cita ku sejak kecil. Tidak sedikit orang yang mencibirku kalau aku tidak
akan mungkin bisa melanjutkan studi di bidang kesehatan, karena pada dasarnya
aku di SMA berasal dari jurusan IPS mereka yang mencibirku selalu bilang
“emang bisa ngejar pelajaran IPA?
Kamukan dari IPS” dan masih banyak lagi.
Kata-kata itu selalu terngiang dalam
hidupku, aku gabisa diem aja, aku harus bisa membuktikan kalau aku dari IPS
bisa masuk kesehatan.
Tujuanku masuk kebidanan yaitu ingin
membantu ibu-ibu pada saat melahirkan, karena aku sangat senang membantu
orang-orang sakit, dan aku juga senang melihat bayi ataupun anak kecil. Tiap
kali berhalusinasi pasti terbayang-bayang kalau aku jadi bidan mungkin tiap
saat aku lihat bayi bayi lucu hehe.
Singkat cerita, setelah aku melewati
proses pendaftaran akhirnya aku di terima di STIKES dengan prodi D3-kebidanan,
dannn “YES!” aku langsung memberi kabar
pada orang tuaku, respon mereka senang sekali mendengar kabar itu, hatiku juga
berbunga bunga rasanya tak sabar ingin segera masuk kuliah, namun pada saat itu
masih ada test kesehatan untuk menentukan hasil akhir apakah aku lulus atau
tidak di prodi kebidanan ini. Sekian lama aku menunggu pengumuman kapan diadakan test kesehatan,
akhir nya pengumuman itu di buka.
Sehari sebelum test kesehatan itu di
tutup, aku segera datang ke STIKES di temani saudara ku, setelah menunggu
antrian yang cukup lama akhirnya namaku di panggil juga. Aku masuk ke salah
satu ruangan disana yang di dalam nya ada dokter dan asisten dokter, setelah di
cek kondisi kesehatan, aku disuru untuk ukur tinggi badan. Asisten dokter
bilang
“dek, kamu kurang tinggi. Kemgungkinan buat
masuk kebidanan kayak nya gaakan bisa deh”
hati ku langsung jlebbbbbb dalam hati “Parah
kok enteng banget ngomong nya ya”.
Lalu aku tanya pada asisten dokter.
“lho, emang minimal tinggi nya berapa gitu
bu?”
“minimalnya 150 tapi nanti deh ibu bilang ke dokternya” balas asisten dokter.
Aku yang tidak percaya langsung masuk ke ruangan tadi dan bilang pada dokter
“dok, masa aku gabisa masuk
kebidanan tinggi ku kan 147 beda tipis kan?”.
“memang ketentuannya 150 dek, biar
semua sama rata. Nanti saya rundingkan di rapat, kalau masih tidak bisa adek
masi mau di STIKES?” balas dokter.
Aku yang bingung gatau harus jawab
apa, pilihan ku tetap mau KEBIDANAN dan gaada yang lain. Aku terus ngotot ke
dokter itu agar aku bisa di terima di kebidanan.
“tapi aku mau kebidanan dok, plis”.
“saya kasi pilihan deh ya, kamu mau
masuk Analis atau Kesmas? dari pada nanti kamu harus daftar lagi kesini capek
dua kali, kamu boleh rundingkan dulu sama orang tua kamu nanti balik lagi aja
kesini yah” balas dokter.
Pada saat aku diluar aku langsung
menelfon ibu, untuk menentukan prodi pilihan kedua, namun ibu menyerahkan
keputusannya pada ku“ terserah mau apa aja, kamu yang jalanin harus bisa
terima.” setelah lama berbincang bincang dengan ibu, tak lama kemudian guru BK
di SMA menelfonku untuk membantu memilih Prodi
“udah ANALIS aja fi, bagus kok itu juga”.
“udah ANALIS aja fi, bagus kok itu juga”.
“kenapa harus Analis?!” jawab ku.
Guru BK pun menjelaskan kalau
katanya peluang pekerjaan analis tuh masih banyak ketimbang kamu nanti jadi
bidan. Karena bidan udah banyak banget, dan analis tuh masih jarang. Dengan beberapa pertimbangan. Akhirnya
aku memutuskan untuk memilih ANALIS KESEHATAN. Langsung ku bergegas ke ruangan
tempat ku di tes kesehatan. Dengan lapang dada aku berbicara pada dokter.
“yauda dok, saya di analis aja”.
Dokter pun langsung senyum-senyum
melihat aku.
“saya yakin dek, kamu bisa di
Analis. Jadi laboran itu masih banyak yang cari, nanti kamu bisa kerja di
klinik, rumah sakit, atau di perusahaan makanan.” Kata dokter.
Deal, akhirnya aku masuk ANALIS
KESEHATAN. Dengan hati masi di kebidanan.
Dua minggu selama perkuliahan aku
merasa kurang sreg dan kayaknya AKU SALAH MASUK JURUSAN DEH. Pulang ngampus
ujung-ujung nya nangis dan minta buat pindah kampus, tapi disisi lain aku merasa
bersyukur dan beruntung di Analis. Aku tidak sendiri yang berasal dari IPS. Beberapa
teman ku yang dari IPS sama-sama berjuang, dan kami saling menguatkan satu sama
lain. Dan aku selalu inget dengan Tujuan ku masuk kesehatan, ya, aku mau bantu
orang yang sakit. Dan ingin membuktikan kalau aku bisa di KESEHATAN.
Susah, senang, ku lewati seiring
berjalannya waktu. Kuliah di analis itu susah susah gampang, banyak waktu dan
tenaga yang terkuras seperti di laboratorium hingga larut malam. Laboratorium
adalah sahabat kami, dan Mikroskop adalah jantung kami untuk melihat makhluk
ciptaan Allah yang tidak terlihat oleh mata. Tiap hari kami di latih agar
menjadi ATLM yang handal.
So, buat temen temen yang ngerasa
SALAH MASUK JURUSAN, lebih baik kalian meng syukuri apa yang ada dan menjalani
dengan Ikhlas agar menjadi ladang Pahala.
Pesan ku untuk teman-teman:
Terima apa yang kamu dapat,
bersyukur atas semuanya. Dan yakin kan rencana Allah lebih baik dari pada hamba
nya.
“ Gapapa
kalian sekarang capek-capek di lab sampai malam dan gaada waktu buat main sama
temen-temen. Nanti kalau udah lulus saya
yakin kalian langsung di terima kerja dimana saja, baru ketawa-tawa ” –Dr. DEDI
Menyenakan sekali, mantap
BalasHapusTerimakasih!
HapusTerimakasih kak atas motivasinya😇
BalasHapusAamiin, terimakasih sudah mampir! :)
Hapusinget bgt cerita kamu ini, masa2 awal kamu masuk stikes kek gimana haha. berawal dari sedih dan ketidakyakinan kamu, tapi seiring berjalannya waktu skrng kamu sudah terbiasa dan bahagia ya di analis, seneng aku liatnya. aku tau keluh kesahmu, jgn khawatir aku selalu ada buat kamu, pasti support trs di sisi kamu! nikmati prosesnya, semoga lulus kelak nnti cita-citamu tercapai dan kamu bisa kerja ditempat yg kamu mau yg selalu kamu sebut itu. semangaatt kamu!
BalasHapusHarus bahagia dong yah haha
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAri carana komen kumaha muk ? Eweh kolomna geningan
Hapusapapun langkahmu kedepan i will stay behind u. YOU NEVER WILL WALK ALONE beybeh
BalasHapusWaaaa terimakasi sahabat aku!❤️
HapusGeus pernah ngadenge ceritana pas mnh karek asup. Semangat selalu! Kerja keras ya biar menjadi ibu yang baik buat anak2 kita nanti :))
BalasHapusMakasih banyak sahabat aku!❤️
HapusCurcol mba
BalasHapusSharing aja dikit hehe
Hapusmanjiw piw! mangat trs yakk!<3
BalasHapusWaaa terimakasih ya!
HapusMenarikk ceritanya :)
BalasHapusSemangat😁
BalasHapusSeru sekali ceritanya✨
BalasHapusGood job fi
BalasHapusi'm proud of u bb!
BalasHapusAnd i will always with u mwa
Makasi sahabat kuu!!❤️
HapusYu bisa yuuu
BalasHapusWah sangat bagus artikelnya
BalasHapusBagus banget jadi menginspirasi
BalasHapusSemoga ga salah ambil jurusan 😅
BalasHapus